Beberapa Gangguan Penglihatan

GANGGUAN PENGLIHATAN

Mata adalah panca indra. Dengan mata kita bisa melihat dunia dan menikmati keindahan alam, serta menatap orang-orang terkasih. Dengan matapun kita dapat melakukan segala aktifitas. Namun apa yang terjadi jika mata kita mengalami gangguan?
Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan penglihatan terganggu yaitu
1. Rabun dekat atau dalam bahasa medis hyperopia.
2. Rabun jauh atau dalam bahasa medis myopia.
3. Rabun senja atau dalam bahasa medis nyctalopia.


RABUN DEKAT (Hyperopia)

Rabun dekat adalah kondisi penglihatan dimana seseorang mengalami kesulitan untuk melihat objek yang dekat secara jelas namun dapat melihat jelas ketika objek berada dalam jarak yang jauh. Rabun dekat terjadi ketika kornea melengkung sedikit atau penglihatan menjadi lebih pendek dari biasanya. Hal ini menyebabkan cahaya terfokus ke area belakang retina sehingga penglihatan akan objek yang dekat akan kabur. Tingkat rabun mempengaruhi fokus penglihatan.
Gejala Rabun Dekat
1. Penglihatan kabur ketika melihat objek yang dekat.
2. Perlu menyipitkan mata untuk melihat dengan jelas.
3. Mata terasa lelah, seperti terbakar, dan terasa sakit dimata atau sekitar mata.
4. Mata terasa tidak nyaman atau sakit kepala setelah membaca atau melihat objek dekat dalam durasi waktu yang lama.

Penyebab Rabun Dekat
Mata memiliki 2 bagian yang memiliki fungsi untuk memfokuskan penglihatan, yaitu :
1. Kornea mata adalah bagian jernih di permukaan mata yang menerima cahaya.
2. Lensa mata adalah bagian jernih di dalam mata yang membantu memfokuskan objek.
Pada kondisi mata yang sehat kornea dan lensa mata dapat memfokuskan objek langsung pada retina agar objek terlihat secara jelas. Penyebab utama rabun dekat adalah refractive error. Pada kondisi ini cahaya tidak terbiaskan dengan benar dan akan berakibat memiliki kesalahan bias. Faktor yang paling umum penyebab rabun jauh adalah faktor genetik.

RABUN JAUH (Myopia)

Gejala Rabun Jauh
1. Penglihatan menjadi kabur ketika melihat objek yang jauh.
2. Menyipitkan mata ketika melihat objek yang jauh.
3. Mengalami nyeri kepala karena kelelahan mata.
4. Mengalami kesulitan melihat saat mengemudi kendaraan, terutama pada malam hari.

Rabun jauh pada umumnya terdeteksi ketika berada di usia sekolah dasar dan ketika menginjak usia remaja. Anak-anak yang mengalami rabun jauh memiliki gejala seperti :
1. Mengalami juling.
2. Duduk lebih dekat ke televisi, layar film, atau membaca terlalu dekat.
3. Tidak melihat obyek yang jauh.
4. Frekuensi mengedip berlebihan.
5. Sering menggosok mata.

Ada beberapa faktor resiko yang memicu terjadinya rabun dekat, yaitu
1. Faktor keturunan
Rabun jauh disebabkan oleh faktor keturunan. Jika salah satu orang tua Anda mengalami rabun jauh, maka dapat meningkatkan resiko rabun jauh. Resiko dapat lebih tinggi jika kedua orang tua mengalami rabun jauh.
2. Membaca
Seseorang yang memiliki hobi membaca memiliki resiko terkena rabun jauh lebih tinggi.
3. Kondisi lingkungan
Beberapa penelitian menemukan bahwa terlalu sering beraktifitas diluar ruangan dapat meningkatkan resiko rabun jauh.

Kapan Harus ke Dokter? Jika tingkat kerabunan mata meningkat hingga tidak dapat melakukan kegiatan atau jika kerabunan sudah membuat aktifitas menjadi tidak nyaman. Untuk menentukan tingkat kerabunan secara jelas dapat dilakukan berapa tes untuk mata.
Penanganan Rabun Dekat dan Rabun Jauh.
1. Lensa korektif
Pengobatan tidak selalu diperlukan karena pada usia muda lensa didalam mata cukup fleksibel untuk mengkompensasi kondisi. Tetapi seiring pertambahan usia, lensa menjadi kurang fleksibel dan membutuhkan lensa korektif untuk memperbaiki penglihatan objek dekat. Menggunakan lensa korektif untuk terapi rabun dekat dapat menurunkan lengkungan kornea mata. Terdapat dua tipe lensa korektif yaitu dalam bentuk kaca mata dan lensa kontak.
2. Operasi
Berikut beberapa metode operasi :
• Laser-assisted in-situ keratomileusis (LASIK)
LASIK adalah prosedur dimana dilakukan perbaikkan pada kornea mata.
• Laser-assisted subepithelial keratectomy (LASEK)
LASEK adalah prosedur untuk membentuk kembali lapisan luar kornea dan kelengkungan.
• Photorefractive keratectomy (PRK)
Pada prosedur ini mirip dengan metode LASEK tetapi tanpa menghilangkan jaringan epitel.
• Conductive keratoplasty (CK)
Pada metode ini menggunakan tenaga radiofrequency untuk menghilangkan bintik-bintik kecil disekitar kornea.
3. Pencegahan terjadinya rabun dekat :
• Melakukan pengecekkan mata secara teratur.
• Mengontrol kondisi kesehatan terutama bagi yang memiliki penyakit kronis.
• Segera menemui dokter apabila merasakan gejala yang tidak nyaman pada mata.
• Melindungi mata dari matahari.
• Mengkonsumsi makanan sehat.
• Berhenti merokok.
• Menggunakan kaca mata yang tepat.
• menggunakan pencahayaan yang benar ketika membaca, menonton televisi atau kegiatan yang lainya.


RABUN SENJA

Kondisi mata rabun yang lain adalah Rabun Senja. Sangat berbeda dengan kedua gangguan mata sebelumnya, rabun senja atau yang biasa dalam bahasa medis disebut nyctalopia merupakan ketidakmampuan mata untuk melihat pada malam hari atau tempat yang minim penerangan. Rabun senja bukan merupakan penyakit namun merupakan gejala adanya masalah atau kelainan pada mata.
Satu-satunya gejala dari rabun senja adalah kesulitan melihat dalam gelap. Kesulitan melihat dimulai ketika transisi dari lingkungan terang ke area cahaya redup. Contohnya adalah seperti ketika meninggalkan trotoar yang cerah lalu memasuki restoran dengan pencahayaan minim.
Rabun senja disebabkan oleh gangguan pada sel-sel dalam retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan dalam cahaya redup. Hal ini terjadi karena beberapa hal seperti :
1. Rabun jauh
2. Glaucoma
3. Katarak
4. Diabetes melitus
5. Kekurangan vitamin A
6. Faktor keturunan

Penanganan untuk rabun senja tergantung pada penyebab rabun senja. Terapi dapat seperti menggunakan kacamata atau mungkin memerlukan operasi jika katarak sebagai penyebabnya.
Rabun senja yang disebabkan oleh karena cacat lahir atau faktor genetik tidak dapat dicegah. Cara pencegahan terjadinya rabun senja adalah dengan :
1. Mengontrol kadar gula darah
2. Mengkonsumsi makanan yang sehat
3. Mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi antioksidan, vitamin dan mineral.
Mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi vitamin A seperti ketela, wortel, labu, mangga dan makanan lain yang berwarna orange.

Komentar

Postingan Populer